.(QS. 11:17) Surah Huud 17,(QS. 11:13) Surah Huud 13,(QS. 29:47) Surah Al ‘Ankabuut 47,(QS. 29:48) Surah Al ‘Ankabuut 48,(QS. 29:49) Surah Al ‘Ankabuut 49,(QS. 29:50) Surah Al ‘Ankabuut 50,.(QS. 29:51) Surah Al ‘Ankabuut 51,(QS. 29:52) Surah Al ‘Ankabuut 52,

17 Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al quran itu. Sesungguhnya (Al quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.(QS. 11:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Huud 17
أَفَمَنْ كَانَ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَى إِمَامًا وَرَحْمَةً أُولَئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ (17)
Kemudian Allah swt. menjelaskan bahwa nasib orang-orang kafir yang tersesat itu tidak sama dengan orang-orang yang berada dalam cahaya yang terang-benderang yang datang dari Allah dan dibimbing pula oleh petunjuk-petunjuk-Nya yang membuktikan kebenaran agamanya yaitu Alquran serta didukung oleh bukti-bukti yang lain yang datang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa sebagai landasan iman yang menjadi rahmat bagi orang yang mempercayainya di kalangan Bani Israel. Tentulah orang-orang yang mempunyai sifat yang demikian utamanya itu tidak sama dengan orang-orang yang hanya mengejar kehidupan dunia yang fana dan tidak sama pula dengan orang yang mengutamakan kehidupan kerohanian saja untuk mencapai kebahagiaan di akhirat.
Kesaksian Nabi Musa a.s. tentang kebenaran Nabi Muhammad itu ada dua macam:
Pertama: Kesaksian dengan ucapan bahwa Allah akan mengutus seorang Nabi di kalangan keturunan Ismail (orang Arab) seperti mengutus Musa di kalangan Bani Israel.
Kedua: Persamaan antara risalah yang dibawa oleh Musa dengan risalah yang dibawa oleh Muhammad yang sama-sama mengandung pokok-pokok agama terutama mengenai tauhid.
Barangsiapa yang memperhatikan beberapa segi keutamaan yang tersebut dalam ayat ini itulah orang-orang yang beriman yang menghimpun antara dalil-dalil yang nyata dan dalil-dalil yang diambil dari kitab lain. Mereka meyakini bahwa Alquran itu bukan buatan Muhammad akan tetapi semata-mata wahyu dan firman Allah.
Karena itu janganlah seseorang ragu-ragu tentang kebenaran Alquran itu. Alquran tidak mengandung kebatilan, baik ayat-ayatnya yang pertama turun hingga yang terakhir. Dia adalah firman Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji. Tetapi amat disayangkan bahwa kebanyakan manusia tidak beriman kepadanya. Adapun orang-orang musyrik yang tidak mau beriman adalah semata-mata karena kesombongan para pemuka-pemukanya dan karena taklid buta dari pengikut-pengikutnya. Demikian pula ahli kitab, karena suka merubah agama Nabi-nabinya dan mengadakan berbagai macam bidah dalam agama.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Huud 17
أَفَمَنْ كَانَ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَى إِمَامًا وَرَحْمَةً أُولَئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ (17)
(Apakah orang yang mempunyai bukti) penjelasan (dari Rabbnya) yaitu Nabi saw. atau orang-orang mukmin yang dimaksud dengan bukti adalah Alquran (dan diikuti pula) dipanuti (oleh saksi) baginya yang membenarkannya (dari-Nya) yaitu dari Allah, yang dimaksud adalah malaikat Jibril (dan sebelumnya) sebelum Alquran (telah ada kitab Musa) yaitu kitab Taurat yang menyaksikan kebenaran Alquran pula (yang menjadi pedoman dan rahmat?) menjadi kata keterangan dari Alquran. Apakah keadaannya sama dengan orang-orang yang tidak demikian keadaannya? Tentu saja tidak (mereka itu) yakni orang-orang yang mempunyai bukti (beriman kepadanya) kepada Alquran, maka bagi mereka surga. (Dan barang siapa di antara golongan yang bersekutu ingkar kepada Alquran) semua orang-orang kafir (maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu) menaruh syak (kepadanya) kepada Alquran (Sesungguhnya Alquran itu benar-benar dari Rabbmu tetapi kebanyakan manusia) penduduk Mekah (tidak beriman).

13 Bahkan mereka mengatakan: `Muhammad telah membuat-buat Al quran itu`. Katakanlah: ` (Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar`.(QS. 11:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Huud 13
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (13)
Orang-orang kafir Mekah menuduh bahwa Muhammad itu telah mengada-adakan Alquran. Mereka menuduh bahwa Alquran itu bukan wahyu dari Allah akan tetapi semata-mata bikinan Muhammad belaka.
Nabi Muhammad diperintahkan untuk menantang orang-orang kafir Quraisy itu, termasuk pula orang-orang yang meragukan bahwa Alquran itu sebagai Firman Allah. Tantangan itu bahwa apabila mereka meragukan Alquran itu dan menganggap bahwa Alquran itu hanya bikinan Muhammad saja, bukan wahyu Allah, maka mereka diminta membuat sepuluh surat yang sama dengan Alquran yang isinya mencakup hukum-hukum (syariat) kemasyarakatan, hikmah-hikmah, nasihat-nasihat, berita-berita yang gaib tentang umat-umat yang terdahulu dan berita-berita yang gaib tentang peristiwa yang akan datang, dengan susunan kata-kata yang sangat indah dan halus sukar ditiru oleh siapa pun, karena ketinggian bahasanya yang mempunyai pengaruh yang sangat mendalam kepada jiwa tiap-tiap orang yang membaca dan mendengarnya. Sesudah itu dijelaskan bahwa mereka telah mengenal Muhammad. Beliau telah bergaul berpuluh-puluh tahun di tengah-tengah mereka, dan mereka tidak pernah menemukan beliau berdusta atau menyalahi janji sehingga mendapat gelar Al-Amin; maka sifat Muhammad yang sudah terkenal kejujurannya sebelum diangkat menjadi nabi, tidak wajarlah apabila beliau tiba-tiba berubah menjadi penipu atau pendusta seperti mereka menuduh beliau mengada-adakan Alquran, dan mengatakannya dari Allah.
Seorang sastrawan bagaimana pun pandainya dan mahirnya membuat suatu karangan, tentu dapat saja ditiru atau diimbangi oleh sastrawan yang lain, tetapi orang musyrikin tidak mampu menciptakan surat-surat yang sama dengan Alquran itu, padahal mereka sebagai pemimpin Quraisy adalah termasuk pujangga-pujangga, ahli bahasa dan sastrawan-sastrawan ulung, karena hasil karya kesusastraan mereka dalam bentuk syair sering dipamerkan bahkan dipertandingkan dalam gelanggang musabaqah keindahan bahasa di pasar Ukaz, Zul Majaz, Zul Majannah dan lain-lainnya. Dan jika mereka secara sendiri-sendiri ternyata tidak mampu mengemukakan surat-surat yang sama seperti Alquran maka mereka dipersilakan mengundang orang-orang yang sanggup membantu mereka jika mereka memang orang-orang yang benar.

47 Dan demikian (pulalah) Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al quran). Maka orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka Al Kitab (Taurat) mereka beriman kepadanya (Al quran); dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan tidak adalah yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang kafir.(QS. 29:47)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al ‘Ankabuut 47
وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ فَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمِنْ هَؤُلَاءِ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الْكَافِرُونَ (47)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan kepada Muhammad saw, “Hai Muhammad, sebagaimana Kami telah menurunkan beberapa kitab kepada para Rasul yang telah Kami utus sebelum engkau. Kepada para Rasul yang Kami utus sebelum engkau telah Kami turunkan Kitab-kitab. Dalam kitab-kitab itu diisyaratkan kedatangan Rasul di kemudian hari sesudah masing-masing Rasul itu. Dan akhirnya engkau diutus sebagai Nabi dan Rasul terakhir. Kepada Rasul itu Kami perintahkan agar mereka menyampaikan kepada umatnya termasuk umatnya yang datang kemudian setelah ia meninggal dunia, agar beriman dan mengikut para Rasul yang datang kemudian, karena jika seseorang beriman kepada salah seorang Rasul-rasul yang diutus Allah, maka ia wajib pula beriman kepada Rasul-rasul Allah yang lain, baik para Rasul yang datang dahulu, maupun para rasul yang datang kemudian.
Karena itulah sebagian orang-orang Ahli Kitab yang ada pada masa engkau beriman kepada engkau dan kepada Alquran, sesuai dengan yang diperintahkan Nabi-nabi mereka kepada mereka. Mereka itu lebih mementingkan akhirat dari dunia yang fana ini, tidak memperturutkan hawa nafsu mereka. Mereka itu ialah seperti Abdullah bin Salam, Tamim Al Ansari dan sebagainya.
Adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, seperti iri hati, karena Rasul yang mereka tunggu kedatangannya itu bukan dari golongan mereka, atau tertipu oleh kesenangan dunia, karena mereka memperturutkan hawa nafsunya dan sebagainya, mereka mengingkari Alquran, terutama ayat-ayat yang menyatakan kerasulan engkau. Karena itu hendaklah orang-orang Ahli Kitab memperhatikan seruan dan petunjuk Rasul-rasul mereka itu, yaitu dengan menyembah kepada Allah saja, serta mempercayai bahwa Muhammad adalah Rasul dan Nabi terakhir, tidak ada seorang Nabi atau Rasulpun yang diutus Allah sesudahnya, dan beriman kepada Alquran, karena mereka yakin orang-orang Ahli Kitab itu adalah orang-orang yang mengesakan Allah.

48 Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari (mu).(QS. 29:48)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al ‘Ankabuut 48
وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ (48)
Ayat ini menerangkan bahwa sebelum Alquran diturunkan, orang Arab telah mengetahui dengan sesungguhnya bahwa Nabi Muhammad tidak pandai menulis dan membaca. Seakan-akan ayat ini menerangkan: Muhammad yang diutus itu adalah Muhammad yang telah dikenal dengan baik oleh kaumnya. la telah lama hidup di tengah-tengah mereka sebelum diangkat menjadi Rasul. Semua orang Arab waktu itu mengakui bahwa Muhammad mempunyai budi pekerti yang tinggi, seorang kepercayaan, tidak pernah berdusta dan disegani oleh kawan-kawannya. Mereka mengetahui dengan sebenar-benarnya bahwa Muhammad tidak pandai membaca dan menulis, apalagi mengarang buku atau cerita.
Di samping orang-orang Arab, orang-orang Yahudi dan Nasranipun mengetahui dari kitab-kitab mereka bahwa Muhammad adalah seorang yang tidak pandai menulis dan membaca.
Berkata Mujahid, “Ahli Kitab mengetahui dari kitab-kitab mereka bahwa Nabi Muhammad saw tidak pandai menulis dan membaca, karena itu turunlah ayat ini.
Dalam ayat yang lainpun Allah menegaskan yang demikian. Allah SWT. berfirman:

الذين يتبعون الرسول النبي الأمي الذي يجدونه مكتوبا عندهم في التوراة والإنجيل يأمرهم بالمعروف وينهاهم عن المنكر ويحل لهم الطيبات ويحرم عليهم الخبائث ويضع عنهم أصرهم والأغلال التي كانت عليهم
Artinya:
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi, yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka (Q.S. Al A’raf: 157)
Dalam keadaan yang demikian, Allah SWT menurunkan Alquran kepada Muhammad, yang memuat akidah yang sangat tinggi nilainya, dilengkapi dengan bukti-bukti yang meyakinkan, mempunyai gaya bahasa yang sangat indah tidak ada seorangpun yang dapat menandinginya, sekalipun di waktu itu di kalangan bangsa Arab banyak pujangga-pujangga sastra yang kenamaan dan seni sastra sedang berkembang pula. Namun demikian sedikit sekali mereka yang beriman di waktu itu.
Seandainya Muhammad saw dapat membaca dan menulis, pernah belajar kepada Ahil Kitab, atau ia bukan seorang kepercayaan, tidak memiliki budi pekerti yang luhur dan tidak pula seorang yang disegani, tentulah orang-orang kafir Mekah itu akan lebih mudah lagi mengatakan bahwa Alquran itu adalah buatan Muhammad, bukan berasal dari Tuhan.
Dari ayat ini dapat dipahami bahwa orang-orang kafir Quraisy pada permulaan Islam, berdasarkan pengetahuan mereka kepada Muhammad, dan berdasarkan nilai sastra Alquran itu sendiri, sebenarnya hati dan pikiran mereka telah mempercayai Alquran dan kerasulan Muhammad. Tetapi karena dalam hati mereka ada penyakit dan takut kedudukan mereka dalam kaumnya akan jatuh, maka mereka menyatakan sesuatu yang bertentangan den gan hati dan pikiran mereka sendiri.
Yang dimaksud dengan ummi dalam ayat ini ialah tidak pandai menulis dan membaca, tidak termasuk di dalamnya “tidak berilmu pengetahuan”. Mengenai ilmu pengetahuan, maka Allah SWT telah mengajarkan kepadanya ilmu pengetahuan yang tinggi, bahkan mungkin ilmu pengetahuan yang belum pernah diajarkan Nya kepada manusia biasa, sekalipun beliau adalah orang yang alim dan bijaksana. Allah SWT berfirman:

وأنزل الله عليك الكتاب والحكمة وعلمك ما لم تكن تعلم وكان فضل الله عليك عظيما
Artinya
Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu. (Q.S. An Nisa: 153)

49 Sebenarnya, Al quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.(QS. 29:49)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al ‘Ankabuut 49
بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ (49)
Ayat ini menegaskan bahwa ayat-ayat Alquran itu petunjuknya, tidak ada kesamaran sedikitpun tentang pengertiannya dan Allah memudahkan penafsirannya bagi orang-orang yang ingin mencari kebenaran yang hakiki. Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:

ولقد يسرنا القرآن للذكر فهل من مدكر
Artinya:
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran. (Q.S. Al Qamar: 17)
Demikian pula para Ahli Kitab yang ingin mencari kebenaran, mereka dengan mudah dapat memahami Alquran, sehingga beriman kepadanya dan meyakini bahwa Muhammad itu benar-benar Rasul. Allah SWT berfirman mengajarkan kepada Nabi Muhammad saw agar mengatakan kepada orang-orang kafir yang tidak percaya kepada kerasulan beliau:

كفى بالله شهيدا بيني وبينكم ومن عنده علم الكتاب
Artinya:
Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu, dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab. (Q.S. Ar Ra’d: 43)
Maksudnya: Ulama-ulama Ahli Kitab itupun cukuplah menjadi saksi-saksi atas kerasulan Muhammad, karena mereka telah membaca dalam kitab-kitab mereka akan kedatangan Muhammad itu, karena itu ada di antara ahli Kitab yang beriman kepadanya, di antaranya orang-orang yang telah disebutkan di atas, dan ada lagi yang lain-lain.
Allah SWT menegaskan lagi bahwa Alquran itu terpelihara dalam dada dengan dihafal oleh kaum Muslimin turun temurun sehingga tidak seorangpun dapat merubahnya.
Selanjutnya ayat ini menerangkan bahwa tidak ada seorang pun yang mengingkari ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang zalim. Ayat ini merupakan isyarat bagi Ahli Kitab, bahwa mereka telah mengetahui dalam kitab suci mereka tentang kenabian Muhammad, dan diturunkannya Alquran kepadanya banyak di antara mereka yang mengingkari kebenaran itu setelah mereka mengetahuinya. Allah SWT berfirman:

فلما جاءهم ما عرفوا كفروا به فلعنة الله على الكافرين
Artinya:
maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. (Q.S. Al Baqarah: 89)
Selain dari pada isyarat bagi Ahli Kitab, ayat ini juga merupakan cercaan dari Allah SWT yang ditujukan kepada orang-orang musyrik Mekah yang mengingkari ayat-ayat Tuhan dengan tidak percayanya mereka kepada Alquran dan kerasulan Muhammad saw yang sudah menjadi suatu kebenaran yang nyata itu.
Mereka yang mengingkari kebenaran itu disebut oleh Tuhan “zalim”. Sifat zalim ini adalah sifat yang paling tepat bagi mereka, sebab mereka menyembunyikan persaksian akan kebenaran yang telah mereka ketahui. Allah SWT berfirman :

ومن أظلم ممن كتم شهادة عنده من الله
Artinya:
dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadat dari Allah yang ada padanya?. (Q.S. Al Baqarah: 140)

50 Dan orang-orang kafir Mekah berkata:` Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya? `Katakanlah:` Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata `.(QS. 29:50)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al ‘Ankabuut 50
وَقَالُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَاتٌ مِنْ رَبِّهِ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ (
50)
Dalam sebuah hadis diterangkan mengenai kebodohan orang musyrik itu dan sebab turunnya ayat ini, yaitu:

جاء الناس من المسلمين بكتب قد كتبوها فيها بعض ما سمعوه من اليهود, فقال النبي صلى الله عليه وسلم: كفى بقوم حمقا او ضلالة أن يرغبوا بما جاء به نبيهم إلى ما جاء به غيره إلى غيرهم. فنزلت “أولم يكفهم” الآية.
Artinya:
Telah datang serombongan kaum Muslimin kepada Nabi Muhammad saw membawa kitab-kitab yang telah mereka tulis di dalamnya sebagian dari apa yang telah mereka dengar dari orang-orang Yahudi, maka Nabi saw berkata: “Cukuplah kebodohan dan kesesatan suatu kaum yang menolak apa yang dibawa Nabi mereka untuk mereka, dan menginginkan sesuatu yang dibawa oleh seorang Nabi yang bukan Nabi mereka untuk orang lain. Lalu ayat ini diturunkan oleh Allah SWT. (H.R. Darimi dan Abu Daud)
Dalam hadis yang lain diterangkan pula bahwa orang-orang yang tidak merasa cukup dengan Alquran sebagai suatu mukjizat, maka mereka bukanlah termasuk orang-orang Islam. Hadis ini berbunyi:

ليس منا من لم يتغن بالقرآن -أي يستغن به عن غيره
Artinya:
Tidaklah termasuk golongan kami, orang-orang yang tidak merasa cukup dengan Alquran. (H.R. Bukhari)
Hadis di atas dengan jelas menerangkan kebodohan orang-orang musyrik yang menuntut agar diturunkan mukjizat yang nyata, padahal mukjizat Alquran lebih tinggi nilainya dan berlaku untuk selamanya sampai hari akhirat.
Pada ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang kafir Quraisy mengingkari Alquran sebagai mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. karena menurut mereka tidak pantas Alquran itu dijadikan sebagai mukjizat, yang pantas dijadikan mukjizat itu ialah suatu yang nyata, yang langsung dapat dilihat dan dirasakan, seperti mukjizat yang diturunkan kepada para Rasul yang terdahulu, seperti topan Nabi Nuh, tongkat Nabi Musa dan sebagainya. Mereka menyatakan bahwa mukjizat yang nyata itu mudah diterima akal pikiran dan dapat menimbulkan keyakinan bagi orang-orang yang melihatnya.
Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menjawab permintaan orang-orang musyrik Quraisy itu dengan mengatakan bahwa persoalan mukjizat itu adalah persoalah Tuhan. Tuhanlah yang menetapkan mukjizat apakah yang akan diberikan kepada seorang Rasul yang diutus Nya, serta disesuaikan pula dengan tingkat kemampuan umat yang akan menyaksikan mukjizat itu. Mengenai pengakuan orang-orang Quraisy, bahwa mereka tidak dapat menerima Alquran sebagai mukjizat, Allah SWT Maha Mengetahui isi hati mereka. Sebenarnya hati mereka telah mengakuinya sebagai mukjizat, tetapi karena keingkaran dan penyakit yang ada dalam hati mereka, maka mereka mengatakan yang demikian itu hanyalah sekadar membantah saja. Jika mereka benar-benar akan beriman dengan diturunkan Nya mukjizat sesuai dengan yang mereka minta itu, tentulah Allah akan menurunkan. tidak ada sesuatupun yang sukar bagi Allah, semua mudah bagi Nya. Allah SWT berfirman:

وما منعنا أن نرسل بالآيات إلا أن كذب بها الأولون
Artinya:
Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. (Q.S. Al Isra: 59)
Setelah permintaan mereka yang bukan-bukan itu dijawab Nabi, maka Allah SWT memerintahkan kepadanya agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik itu, bahwa dia (Nabi) diperintahkan hanya sekadar memberi peringatan kepada orang-orang yang tidak mengindahkannya. Tugasnya hanyalah menyampaikan risalah kepada mereka. Ia tidak dapat menjadikan mereka orang-orang yang beriman, Yang dapat menjadikan orang beriman hanyalah Allah semata. Allah berfirman:

من يهد الله فهو المهتد ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا
Artinya:
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan Nya maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (Q.S. Al Kahfi: 17)
Dan firman Allah SWT yang lain:

ليس عليك هداهم ولكن الله يهدي من يشاء
Artinya:
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk (taufik) kepada siapa yang dikehendaki Nya. (Q.S. Al Baqarah: 272)

51 Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.(QS. 29:51)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al ‘Ankabuut 51
أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (51)
Ayat ini merupakan jawaban yang lain terhadap permintaan orang-orang musyrik Mekah kepada Nabi Muhammad saw untuk mendatangkan mukjizat yang nyata. Jawaban ini menolak tuntutan mereka yang meminta mukjizat yang nyata. Padahal Alquran telah dibacakan kepada mereka. Apakah tidak cukup bagi mereka dalil-dalil yang menerangkan bukti-bukti kerasulannya, memberitahukan yang. termuat dalam kitab-kitab suci yang terdahulu, sedang mereka sendiri tidak mengetahuinya dengan pasti. Dalam pada itu apakah tidak terpikir oleh mereka bahwa seorang yang tidak pandai tulis baca, tidak pernab bergaul rapat apalagi belajar kepada Ahli Kitab sanggup menyampaikan -Alquran kepada mereka dengan isi yang demikian itu. Seandainya mereka mau berpikir dan menginginkan kebenaran, sebenarnya telah cukup Alquran itu saja bagi mereka untuk membenarkan kerasulanmu.
Kemudian Allah SWT menerangkan keutamaan dan kelebihan Alquran dengan mengatakan bahwa ayat-ayatnya merupakan rahmat bagi mereka, karena di dalamnya tidak terdapat ancaman-ancaman kehancuran itu, seperti ancaman yang pernah diberikan kepada orang-orang yang terdahulu, mereka pasti mengingkari juga, dan tentu mereka akan mengalami pula apa yang pernah dialami oleh orang-orang dahulu yang pernah mengingkari Rasul Nya, seperti yang pernah dialami oleh kaum `Ad, Samud, Firaun dan kaumnya yang lain. Tidak adanya ancaman kemusnahan bagi kaum musyrikin di dalam Alquran merupakan suatu rahmat Allah yang besar bagi umat Muhammad yang datang kemudian.
Diterangkan pula bahwa ayat-ayat Alquran itu adalah pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Maksudnya ialah ayat-ayat Alquran-itu menerangkan peristiwa yang dialami umat-umat dahulu karena sikap mereka terhadap para Rasul yang diutus kepada mereka, menerangkan bukti-bukti yang kuat dan lengkap, menerangkan akhlak yang mulia yang harus dipunyai oleh seorang manusia yang baik, menerangkan hukum-hukum dan petunjuk mencapai kebahagiaan hidup, memuat pengetahuan yang sangat berguna bagi manusia, dan sebagainya. Seandainya orang-orang musyrik dan manusia yang lain mau menjadikan ayat-ayat tersebut sebagai pelajaran, memikirkan serta mengamalkannya, tentulah mereka akan memperoleh jalan yang benar, mereka akan berbahagia hidup di dunia dan di akhirat. Tetapi jika mereka tidak mau dan tidak berniat untuk menghilangkan penyakit yang ada dalam hati mereka, tentulah mereka akan menjadi orang yang merugi di dunia dan di akhirat.

52 Katakanlah:` Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.(QS. 29:52)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al ‘Ankabuut 52
قُلْ كَفَى بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (52)
Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik yang tetap tidak percaya kepada kerasulannya:
“Hai orang-orang musyrik, cukuplah Allah mengetahui dan menyaksikan bahwa aku telah menyampaikan tugasku kepada kamu sekalian, bahwa aku telah menyampaikan ancaman-ancaman Nya kepadamu, tetapi semuanya itu kamu ingkari, Allah mengetahui sikapmu terhadap seruanku, bahkan mengetahui isi hatimu. Dia akan memberi ganjaran setiap sesuatu yang dikerjakan oleh makhluk Nya. Seandainya aku berdusta dan mengada-adakan kebohongan terhadap Nya pasti aku akan ditimpa azab Nya, sesuai dengan firman Nya:

ولو تقول علينا بعض الأقاويل لأخذنا منه باليمين ثم لقطعنا منه الوتين فما منكم من أحد عنه حاجزين
Artinya:
Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya, kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. (Q.S. Al Haqqah: 44-47)
Allah menerangkan bahwa Dia mengetahui segala apa yang ada di langit dan di bumi, dia mengetahui keadaan makhluk Nya sejak dari yang halus tidak kelihatan oleh mata, sampai kepada yang sebesar-besarnya. Dia mengetahui keadaan orang-orang musyrik dan keadaan orang-orang beriman., Dia mengetahui tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik bahwa Alquran adalah buatan Muhammad, sekalipun tidak seorangpun dari mereka yang sanggup menandinginya. Orang-orang yang percaya kepada kebatilan dan mengingkari Allah itu adalah orang-orang yang merugi hidupnya di dunia dan di akhirat.

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: